Tuberkulosis: Pengertian, Jenis, Pengobatan & 4 Cara Pencegahannya

Penyebab penyakit tuberkulosis bermula pada infeksi serius pada  paru-paru. TBC ini juga jadi satu dari 10 penyakit penyebab dari agen infeksius serta penyebab kematian. 

Peningkatan infeksi dari penyakit TBC terjadi di tahun 80-an, sebagian terjadi karena adanya HIV, yang jadi penyebab dari AIDS. Penderita HIV tak dapat melawan kuman dari penyakit TBC, karena HIV itu sendiri yang menurunkan kekuatan dari sistem kekebalan tubuh seseorang. 

Bakteri yang jadi penyebab dari TBC menyebar secara droplet melalui udara yang dikeluarkan lewat bersin serta batuk,dari orang satu ke lainnya.

Di tanah air, kasus pada penyakit ini masuk pada kategori tinggi. Telah tercatat 351.936 kasus dari Penyakit Tuberkulosis, dimana separuh orang ada pada masa-masa produktif. 

 

Tuberkulosis

Adanya penyakit TBC  karena sang penderita ini terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Agar tak memiliki akibat fatal, kondisi seperti itu diharuskan untuk cepat ditangani. 

Ini karena organ tubuh lain pada seseorang dapat dengan mudah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis, organ yang dimaksud yakni ginjal selaput otak tulang, serta kelenjar getah bening. Jika bagian tubuh seseorang telah mengalami infeksi, TB ini berubah jadi TB ekstra paru. 

TB ada dua jenis yang berdasar dari tingkat parahnya, diantaranya: 

– TBC laten

Jenis ini terjadi disaat penderita punya kuman yang ada di tubuhnya, yang dapat dicegah oleh sistem imun tubuh dan akhirnya kuman tidak menyebar. Penderitanya juga tak mengalami suatu gejala apapun, serta tidak menular.

Meskipun begitu, kedepannya infeksi tersebut dapat aktif di masa mendatang nanti. Jika Anda punya resiko tinggi, dokter akan memberikan obat dengan efek mencegah aktifnya TB. Diantara pemicu dari aktifnya TB laten yakni, orang tersebut terkena HIV, kondisi dada pada rontgen yang tak biasa, infeksi dalam 2 tahun terakhir yang dialami penderita. 

– TBC aktif

Dalam jenis ini, seseorang yang mengalami TBC jenis ini kuman telah terjadi perkembang biakan setelahnya penyakit tersebut disebarkan pada orang lain. 

Pada kasus TBC aktif ini pada orang dewasa, 90% punya asal dari infeksi TB laten. Pada infeksi TB aktif dan laten juga mungkin resisten pada obat, yang berarti pada obat jenis tertentu tidak berpengaruh dalam melawan bakteri tersebut. 

 

Pengobatan 

Pengobatan yang dilakukan dalam upaya menyembuhkan  tuberkulosis dari tubuh, yakni dengan menjalani pengobatan dengan kombinasi dari antibiotik yang terdapat 2 fase dan dengan jangka waktu 6-9 bulan. 

Contoh obat yang digunakan dalam perawatan seseorang yang punya gejala TBC yakni, Ethambutol 500, Antibiotik TBC. 

Permasalahan juga kerap saja terjadi disaat pengobatan tuberkulosis, yakni kepatuhan pasien ketika sedang menjalani pengobatan tuberkulosis. Tak jarang juga pasien tuberkulosis tidak mematuhi peraturan konsumsi obat dengan teratur. Perlu tahu juga, hal tersebut dapat membuat resistensi antimikroba juga dapat membuat TBC jadi TB-MDR (Tuberculosis Multi Drug Resistant) dimana bakteri yang menyebabkan penyakit tadi jadi lebih kebal pada obat. 

Pada masa akhir pengobatannya, pasien TBC akan ditanyai sembuh atau tidak.  Tapi dokter akan terus melakukan pemeriksaan juga evaluasi minimalnya 2 tahun, dengan tujuan dalam memantau kambuh tidaknya pasien.

 

Pencegahan

Dalam pencegahan ada 4 cara yang dapat dilakukan, apa saja? 

1. Vaksin BCG

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) merupakan vaksin efektif dalam pencegahan penyakit TBC hingga seseorang itu berumur 35 tahun. Jika lingkungan dimana Anda tinggal tidak ada pengidap TBC, efektivitas dari vaksin BCG dapat meningkat. 

Vaksin BCG ini dikembangkan pada sekitar akhir 1920-an, juga merupakan vaksin yang digunakan pada 80% bayi yang baru lahir di dunia. 

2. Melakukan diagnosis sejak awal

Pencegahan dalam penyebaran dari penyakit TBC akan lebih efektif, jika diagnosis juga pengobatan dilakukan sejak dini. Untuk seseorang yang mengidap penyakit TBC dapat menularkan setidaknya 10-15 tahun dalam tiap tahun. 

3. Lingkungan sekitar tempat tinggal yang terjaga

Dengan pembuatan sirkulasi (ventilasi) yang baik dalam rumah, akan mengurangi adanya resiko infeksi. Karena penularan penyakit TBC itu melalui udara, dimana ketika seorang penderita penyakit TBC batuk atau bersin. 

Jika saja dalam rumah sistem ventilasi kurang bagus, akan mengakibatkan bakteri TBC dapat mengendap dalam rumah lebih lama. Pencahayaan juga penting, karena bakteri akan mati jika terkena sinar UV yang berasal dari matahari. 

4. Meningkatkan sistem imun dalam tubuh

Dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi tinggi dan melakukan pengimbangan dengn olahraga yang dilakukan secara rutin, ini tentu dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh seseorang. Semakin baik sistem imun tentu dapat membantu Anda agar terhindar dari penyakit, semisal bakteri yang menyebabkan penyakit TBC ini.

 

Anda juga disarankan medical check up, dengan tujuan mendeteksi berbagai penyakit, yang didalamnya termasuk TBC juga. Jika saja Anda mengalami satu atau beberapa gejala, segera konsultasikan pada dokter. 

 

Dr. Johan Faust
Dr. Johan Faust

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipiscing elit dolor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Post