Trash of the Count’s Family : Kisah tentang Pria yang Bertransmigrasi Menjadi Anak yang Tidak Berguna

Bagi Anda yang suka baca komik, cerita novel Trash of the count’s family ini sangat direkomendasikan. Cerita ini diterbitkan pada tahun 2018 bulan April hingga saat ini. Buku ini dikarang oleh Yoo Ryeo Han. Novel ini menceritakan tentang pemeran utamanya pria yang bertransmigrasi menjadi anak yang tidak berguna.

Setelah membaca sebuah novel dengan judul Kelahiran Pahlawan (The Birth Of a Hero), saat ia membuka mata dia sudah berada di dalam novel tersebut. Novel ini karakter utamanya adalah Choi Han yang menceritakan petualangan dia.

Choi Han merupakan seorang murid sekolah menengah kemudian dipindahkan ke dalam sebuah dimensi novel The Birth Of a Hero setelah dibacanya oleh dia. Choi Han ini merupakan keluarga Bangsawan (Count).

Prolog

Ketika Choi Han membuka matanya, sudah berada di dalam novel Kelahiran Pahlawan. Novel ini menceritakan sebuah petualangan tokoh utama yakni Choi Han seseorang dari bumi yang merupakan siswa dari sekolah menengah yang dilempar ke dunia lain.

Choi Han sendiri dalam novel ini menjadi sampah dalam aib keluarganya (count), yang merupakan sebuah keluarga bangsawan sebagai pemimpin dalam desa yang pertama kali didatangi oleh Choi Han. (Dalam Eropa gelar Bangsawan ini merupakan posisi yang setara sebagai Gubernur dalam Kerajaan).

Akan tetapi, Choi Han telah berubah menjadi gila, setelah kejadian desa tersebut dihanguskan oleh sekelompok pembunuh, semua penduduk di dalam bumi tersebut dihancurkan.

Dan masalah terbesarnya lagi adalah pada novel menjelma otak Choi Han sebagai sampah otak udang dan sama sekali tidak mengetahui mengenai kejadian desa tersebut dan terlebih mengganggu Choi Han dan pada akhirnya dalam sekejap menjadi samsak.

“Ini merupakan masalah besar”. Choi Han sudah mengalami sesuatu yang serius. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mencoba kehidupan baru dengan kejadian ini.

Saat Kubuka Mataku (1)

Seorang pria merasa seperti ada seorang yang memancarkan tepukan ke tubuhnya secara lembut. Dengan tangan yang sedikit kasar, terbayangkan oleh pria ini tangan dari orang tua yang tanpa kenal lelah tetap bekerja demi anaknya.

“Ini sudah pagi, Tuan muda”.

Akan tetapi, suara yang terdengar di telinga sangat tajam. Kemudian pria ini sontak matanya terbuka dan seluruh tubuhnya merinding. Yang pertama menyambutnya sosok kakek tua yang berdiri dengan wajah puas bukanlah sinar matahari pagi dari jendelanya.

Saat pria ini melihat dalam cermin di belakang pundak kakek tua itu dalam sebuah cermin ada pantulan bayangan dari seorang pria yang warna rambutnya merah yang sedang kebingungan menatap pria itu.

“Tuan Muda Cale”.

Dengan nada yang cemas pria itu menengok ke arah suara yang memanggilnya dan bertatapan dengan mata ke kakek tua ini yang berpenampilan seperti pelayan dan sekarang sedang melihatnya. Yang menjadi masalah utama bukan si kakek menutupi dirinya.

Dengan jelas si pria mendengarnya. Memanggil Tuan Muda Cale yang masih terasa hangat dalam ingatannya. Sontak pria itu mengeja sebuah nama (Cale Henituse). Pelayan itu memandang pria itu seperti ekspresi kakek yang menatap cucunya.

Mendengar sahutan kakek “ Iya. Tuan Muda nama Anda dan sepertinya Anda masih sedikit mabuk”, Kemudian pria itu tiba tiba bersiap dengan nama Cale Henituse.

“…Beacrox.”

“Maksud Anda putra saya?”

“…Koki.”

“Iya. Disini putra saya adalah koki. Apa anda ingin memintanya membuatkan sesuatu agar dapat meredakan efek mabuknya?”

Secara tiba tiba pria ini merasa kepalanya berputar dan di sekelilingnya menjadi gelap. Dengan kedua tangannya dia menopang kepalanya dengan tunduk.

“Apakah Anda masih mabuk Tuan Muda? Ingin saya teleponkan dokter? atau akan langsung mandi?”

Pria itu dapat melihat helaian rambut warna merah dengan sendirinya yang berjatuhan menutupi wajahnya. Rambut warna merah tersebut menyala yang berbeda jauh dengan rambut warna hitam yang asli.

Cale Henituse. Beacrox. Ayahnya Beacrox, Ron. Ini adalah pemeran yang muncul pada awal ceritanya Novel Kelahiran Pahlawan, yang telah dibaca oleh pria itu sebelum ia tertidur.

Penasaran dengan lanjutannya? Anda bisa melanjutkannya melalui komiku. Selain itu Anda juga dapat membaca judul lainnya dalam satu situs.

Dr. Johan Faust
Dr. Johan Faust

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipiscing elit dolor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Post