AIDS-INDONESIA-300x199-1
Search
Close this search box.

Penyebab & Dampak penyakit Gastroesophageal Reflux Disease

Penyakit GERD

Gastroesophageal Reflux Disease adalah sebuah kondisi dengan adanya kenaikan asam lambung dalam intensitas yang lebih dari biasanya menuju kerongkongan hingga mulut. Kondisi ini dapat mengakibatkan beberapa rasa sakit yang dapat dirasakan oleh penderita. Namun, apakah penyebab dari GERD ini? Berikut adalah penyebab dan gejala penyakit GERD beserta solusinya!

Mengenal Penyebab GERD

Penyebab GERD

Apa yang sebenarnya menjadi penyebab GERD? Memahami faktor-faktor yang memicu asam lambung dapat membantu kita dalam mengelola kondisi ini dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang perlu Anda ketahui.

Kebiasaan dalam Hidup

Kebiasaan dalam hidup seperti pola makan yang tidak baik merupakan pemicu utama dari GERD. Terdapat beberapa makanan yang dapat memicu penyakit GERD seperti makanan pedas, berminyak, dan makanan-makanan cepat saji. Jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan, maka kemungkinan besar Anda dapat terkena penyakit GERD ini. Selain itu, merokok dan minum minuman berkafein juga dapat mengendurkan sfingter bagian bawah, sehingga memudahkan asal lambung untuk naik ke kerongkongan Anda. Bahkan juga dapat memperburuk kondisi Anda.

Perlu Anda ketahui pula, penyakit GERD juga dapat berasal dari kebiasaan buruk Anda. Misalnya makan dengan terburu-buru, makan dengan jumlah yang banyak, dan berbaring setelah makan tanpa adanya jeda. Hal tersebut pasti sangat lumrah dilakukan oleh banyak orang. Padahal, itu merupakan salah satu pemicu dari penyakit ini. Jika Anda ingin berbaring setelah makan, Anda harus menunggu sekitar 2 jam atau lebih untuk bisa berbaring tanpa meningkatkan resiko penyakit GERD.

Mengkonsumsi Obat Tertentu

Terdapat beberapa macam zat dalam obat yang memiliki efek samping tersendiri. Penyakit GERD ini dapat muncul ketika Anda mengonsumsi obat-obatan dengan zat atau bahan yang dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan hingga iritasi pada kerongkongan. Obat-obatan tersebut antara lain yaitu obat asma, obat penenang, dan antihistamin. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut dengan waktu yang panjang, dapat meningkatkan resiko Anda untuk terkena GERD atau bahkan memperburuk jika Anda sudah terkena penyakit GERD sebelum mengkonsumsinya. Karena itulah Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan yang memiliki efek samping tersendiri demi kesehatan Anda.

Kondisi Khusus

Penyakit GERD ini juga dapat terjadi karena kondisi khusus seperti penyakit skleroderma atau autoimun yang menyebabkan pengerasan kulit dan jaringan ikat. Penyakit skleroderma ini dapat mempengaruhi otot-otot kerongkongan dan mengganggu fungsi sfingter bagian bawah yang mengontrol aliran makanan dari kerongkongan ke perut. Alhasil, sfingter menjadi lebih lemah dan asam lambung akan naik dengan mudah ke kerongkongan yang dapat menyebabkan refluks asam. Refluks asam berkali kali inilah yang memunculkan gejala penyakit GERD seperti nyeri dada, mual dan gejala GERD lainnya.

Gejala GERD saat Kambuh

Gejala GERD Saat Kambuh

Saat GERD ini kambuh, gejala-gejala yang tidak nyaman dapat muncul dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Di bawah ini akan membahas berbagai gejala GERD saat kambuh yang dapat membantu mengidentifikasi kondisi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nyeri di Dada

Ketika asam lambung naik kembali ke esofagus dapat mengalami iritasi dan peradangan yang menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri. Peradangan dalam dinding dalam esofagus secara berulang dapat menyebabkan esofagitis yang menyebabkan nyeri di dada saat GERD kambuh. Rasa nyeri di dada karena GERD kambuh ini hampir mirip dengan serangan jantung, namun ada yang membedakan keduanya. Setelah makan, rasa nyeri di dada dapat terasa lebih parah ataupun ketika Anda melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan asam lambung.

Mual

Saat GERD kambuh, asam lambung akan naik ke kerongkongan hingga mencapai tenggorokan bahkan mulut yang menyebabkan sensasi terbakar di tenggorokan sehingga dapat merangsang rasa mual. GERD juga membuat makanan dan asam lambung diproses lebih lambat di saluran pencernaan. Hambatan tersebut dapat menyebabkan kembung dan perut terasa penuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan mual. Jika asam lambung naik hingga mencapai mulut, akan menimbulkan rasa asam hingga mual. Rasa mual ini memang tidak bisa diprediksi, tergantung kapan asam lambung mulai naik kembali dengan intensitas yang lebih banyak dari biasanya.

Sulit Menelan

Peradangan pada kerongkongan dapat menyebabkan penyempitan atau pembentukan jaringan parut yang mengakibatkan kesulitan atau rasa sakit saat makan atau menelan, terutama makanan padat atau besar. Saat GERD kambuh, jumlah asam lambung yang naik kembali ke esofagus bisa lebih tinggi dari biasanya. Ini dapat memperburuk gejala seperti nyeri saat menelan. Sulit menelan ini bahkan bisa terasa sangat sakit terutama pada makanan yang asam dan pedas, sebab kedua rasa tersebut dapat memicu kenaikan asam lambung lebih banyak lagi.

Cara Menyembuhkan GERD Secara Total

Penyembuhan GERD Secara Total

Terkena penyakit GERD memang sangat menyakitkan, terlebih lagi ketika sedang kambuh. Meskipun GERD tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, namun Anda bisa mengikuti tindakan berikut ini yang dalam jangka waktu tertentu dapat menyembuhkan penyakit GERD.

Perubahan Gaya Hidup

Dengan merubah gaya hidup yang lebih baik dapat memperbaiki kehidupan Anda. Salah satunya yaitu mengatasi penyakit GERD. Anda dapat merubah gaya hidup Anda mulai dari sekarang demi kehidupan Anda yang lebih baik lagi kedepannya. Langkah awal, mulailah dari hal mudah terlebih dahulu yaitu dengan meninggalkan kebiasaan buruk seperti tidur setelah makan, mengonsumsi minuman berkafein, dan merokok. Hal itu akan sangat berpengaruh terhadap penyembuhan penyakit GERD yang telah menyerang Anda.

Jika Anda merasa susah untuk meninggalkan kebiasaan merokok, Anda dapat melakukannya secara perlahan-lahan. Misalnya Anda dapat mengurangi jumlah rokok setiap hari atau bahkan ada jeda di setiap harinya. Apabila hal tersebut dilaksanakan dengan konsisten, Anda dapat melepas kebiasaan merokok dengan mudah.

Menghindari Makanan Pemicu

Cara efektif menyembuhkan sebuah penyakit adalah dengan menghindari pemicunya. Begitu pula dengan penyakit GERD ini. Anda perlu menghindari makanan pemicu penyakit GERD untuk menyembuhkannya. Hindari makanan yang berlemak tinggi, pedas, asam, dan makanan cepat saji. Untuk mengganti makanan tersebut, Anda dapat mengonsumsi asupan sehat serupa sayur, buah, dan makanan berlemak rendah untuk mengontrol berat badan Anda supaya tidak berlebihan.

Kelola Stress

Mengelola stress tidak secara langsung menyembuhkan GERD, namun dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup bagi Anda yang menderita kondisi tersebut. Stres dapat mempengaruhi fungsi saluran pencernaan dengan mengubah pola makan, mempercepat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan, atau mempengaruhi produksi asam lambung. Dengan mengelola stress, Anda akan lebih mampu mengendalikan pola makan yang pastinya akan mengurangi GERD tersebut. Juga dapat mengurangi dampak negatif stress pada saluran pencernaan.

Kecemasan dan depresi akibat stress juga dapat memperburuk GERD yang dimana mempengaruhi perasaan nyeri, persepsi nyeri, dan respons tubuh terhadap refluks asam lambung. Mengelola stres secara efektif melibatkan praktik kebiasaan hidup yang baik, seperti latihan jasmani, kualitas tidur terjaga, serta menjaga keseimbangan hidup. Kebiasaan hidup sehat ini dapat mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk sistem pencernaan.

Konsultasi dengan Dokter

Gejala GERD dapat mirip dengan beberapa kondisi lain, seperti penyakit jantung atau masalah pencernaan lainnya. Dokter akan melakukan evaluasi yang komprehensif dan dapat memberikan diagnosis yang akurat untuk memastikan bahwa gejala yang Anda alami disebabkan oleh GERD dan bukan masalah lain. Obat-obatan yang diresepkan dokter juga sesuai untuk mengendalikan produksi asam lambung dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Dokter juga akan memberikan saran mengenai gaya hidup yang dapat membantu menyembuhkan GERD, seperti pola makan yang sehat dan kebiasaan hidup.

Jika kondisi GERD Anda tidak membaik dengan pengobatan awal atau memerlukan penanganan yang lebih intensif, dokter mungkin merujuk Anda ke spesialis gastroenterologi atau ahli bedah untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan yang spesifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *