AIDS-INDONESIA-300x199-1
Search
Close this search box.

Pentingnya Membuat Rancangan Warehouse dan Area Kerja yang Harus Ada di Dalamnya

Dengan adanya warehouse, perusahaan dapat menyimpan barang-barang dalam jumlah besar sehingga dapat mengurangi biaya pengiriman dan penerimaan barang secara berkala. Warehouse juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan pemantauan inventori secara efektif dan mengontrol persediaan barang-barang. Namun, sebelum membuat warehouse, ada baiknya Anda membuat rancangan warehouse yang tepat agar keberadaan warehouse lebih efektif. Apa saja yang perlu diperhatikan? Yuk simak ulasan berikut ini.

 

Mengenal Apa Itu Warehouse

Warehouse adalah gudang atau tempat penyimpanan barang yang digunakan untuk menyimpan produk atau bahan baku yang akan diolah atau dijual kembali. Warehouse biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang logistik, manufaktur, atau perdagangan. Warehouse juga dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tidak digunakan secara aktif tetapi masih diinginkan untuk digunakan di masa yang akan datang.

Tujuan Pembuatan Warehouse

Auto Draft

Tujuan utama dari pembuatan warehouse adalah untuk menyimpan barang-barang yang akan diolah atau dijual kembali serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan persediaan dan proses pengiriman barang. Namun, tujuan lain dari pembuatan warehouse yaitu:

1. Menjaga kualitas produk

Dengan menyimpan barang-barang dalam kondisi yang sesuai, warehouse dapat membantu menjaga kualitas produk sehingga tidak rusak atau kadaluarsa sebelum dijual.

2. Mempercepat proses pengiriman

Dengan menyimpan barang-barang di warehouse, perusahaan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan barang ke pelanggan, sehingga mempercepat proses pengiriman.

3. Menurunkan biaya

Warehouse dapat digunakan untuk menurunkan biaya dengan cara mengurangi jumlah barang yang harus dikeluarkan untuk pengiriman atau pemrosesan.

4. Mempermudah pengelolaan persediaan

Dengan pembuatan warehouse, perusahaan dapat mengetahui jumlah barang yang tersedia dan kapan harus memesan barang lagi.

5. Mempermudah proses distribusi

Warehouse dapat digunakan untuk mengelola dan mengatur distribusi barang ke berbagai lokasi.

Jenis-Jenis Warehouse

Ada berbagai jenis warehouse yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan. Beberapa jenis warehouse yang umum digunakan antara lain:

  1. Warehouse distribusi: digunakan untuk menyimpan barang-barang yang akan dikirimkan ke pelanggan.
  2. Warehouse manufaktur: digunakan untuk menyimpan bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.
  3. Warehouse pengepakan: digunakan untuk menyimpan barang-barang yang sudah dikemas dan siap dikirimkan ke pelanggan.
  4. Warehouse gudang: digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tidak digunakan secara aktif tetapi masih diinginkan untuk digunakan di masa yang akan datang.
  5. Warehouse multi-level: digunakan untuk menyimpan barang-barang di dalam gedung dengan tingkat yang lebih dari satu.
  6. Warehouse ritel: digunakan untuk menyimpan barang-barang yang akan dijual kepada konsumen akhir.
  7. Warehouse proyek: digunakan untuk menyimpan barang-barang yang digunakan dalam proyek-proyek konstruksi atau engineering.
  8. Warehouse cold storage: digunakan untuk menyimpan barang-barang yang harus disimpan dalam suhu dingin, seperti produk pertanian, daging, atau produk farmasi.

Pentingnya Membuat Rancangan Warehouse

Rancangan warehouse merupakan proses yang menentukan bagaimana warehouse akan dirancang dan diorganisir untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Beberapa komponen yang harus dipertimbangkan dalam rancangan warehouse antara lain:

  1. Ukuran warehouse: ukuran warehouse harus cukup untuk menampung barang-barang yang akan disimpan dan juga harus memenuhi persyaratan lain seperti peraturan lokal.
  2. Lokasi warehouse: lokasi warehouse harus dipilih dengan cermat untuk memudahkan proses pengiriman dan menerima barang-barang.
  3. Struktur warehouse: struktur warehouse harus kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrim serta memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan kerja.
  4. Sistem penyimpanan: sistem penyimpanan harus dirancang dengan baik untuk memudahkan proses penyimpanan dan akses barang-barang.
  5. Sistem pengangkutan: sistem pengangkutan harus dirancang dengan baik untuk memudahkan proses pengiriman dan penerimaan barang-barang.
  6. Sistem pemeliharaan: sistem pemeliharaan harus dirancang dengan baik untuk memudahkan proses perawatan dan pemeliharaan warehouse.
  7. Sistem keamanan: sistem keamanan harus dirancang dengan baik untuk melindungi barang-barang yang disimpan di warehouse.
  8. Sistem teknologi: Sistem teknologi seperti sistem informasi, barcode scanner, dan software warehouse management system harus dirancang dengan baik untuk membantu proses pengelolaan warehouse.

Area Kerja Warehouse

Area kerja di dalam warehouse dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, diantaranya:

  1. Area penyimpanan: ini adalah area di mana barang-barang disimpan. Area ini dapat dibagi menjadi beberapa seksi, seperti gudang barang jadi, gudang bahan baku, dan gudang khusus untuk barang-barang yang memerlukan perlakuan khusus.
  2. Area pengiriman: ini adalah area di mana barang-barang dikemas dan dikirimkan ke pelanggan.
  3. Area penerimaan: ini adalah area di mana barang-barang diterima dari supplier dan divalidasi untuk memastikan bahwa barang-barang yang diterima sesuai dengan pesanan yang dibuat.
  4. Area pemeliharaan: ini adalah area di mana perawatan dan pemeliharaan warehouse dilakukan.
  5. Area administrasi: ini adalah area dimana pengelolaan warehouse dilakukan, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengawasan.
  6. Area keamanan: area ini ditujukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan barang-barang yang disimpan di warehouse.
  7. Area parkir: Ini adalah area untuk menyimpan kendaraan yang digunakan dalam proses pengiriman dan penerimaan barang.
  8. Area kantor: Ini adalah area yang digunakan untuk kantor staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan warehouse.

Ya, itulah beberapa area kerja yang harus ada di dalam sebuah warehouse.