Operasi Histerektomi dan Pemulihan Pasca Operasi

Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim. Organ reproduksi wanita adalah internal. Internal disini artinya di dalam rongga pelvis ada tiga macam yaitu rahim di tengah satu buah, indung telur kanan kiri dan ada ovarium kanan kiri. Yang disebut histerektomi itu hanya mengangkat rahimnya. Jadi histerektomi tidak harus selalu diikuti mengangkat indung telur maupun tuba kanan kiri. Akan tetapi pada beberapa kasus operasi histerektomi, dokter juga akan mengangkat leher rahim, saluran telur, dan indung telur. 

Operasi histerektomi umumnya direkomendasikan untuk pasien yang menderita penyakit pada sistem reproduksi dan sudah menjalani berbagai perawatan medis, tetapi kondisinya tidak kunjung membaik. Beberapa kondisi tersebut adalah:

  1. Menstruasi disertai nyeri hebat
  2. Perdarahan vagina berat atau tidak normal
  3. Nyeri panggul parah yang terkait dengan gangguan pada rahim
  4. Prolaps uteri atau turun peranakan
  5. Gangguan pada lapisan rahim, seperti adenomiosis
  6. Tumor jinak di rahim, seperti miom
  7. Endometriosis
  8. Polip rahim
  9. Kanker rahim
  10. Kanker serviks
  11. Kanker indung telur
  12. Kanker endometrium

 

Operasi histerektomi tidak semua bagian rahim diangkat, terdapat 3 jenis operasi pengangkatan rahim sesuai kebutuhan dan kondisi penyakit yang menyertai pasien. 

1. Histerektomi Total

Histerektomi total adalah operasi histerektomi dimana rahim diangkat bersama dengan leher rahim (serviks), tetapi tidak mengangkat indung telur. Jenis operasi histerektomi ini biasanya dilakukan pada pasien yang ada miomnya atau mungkin pasien yang mengalami pendarahan terus-menerus yang tak kunjung membaik. Dan juga pada kondisi penebalan dinding rahim yang mengarah ke pra kanker rahim sehingga dilakukan operasi histerektomi total. 

2. Histerektomi Supraservikal

Histerektomi supraservikal adalah operasi histerektomi dengan mengangkat bagian atas rahim, tetapi tidak mengangkat leher rahim (serviks). Artinya yang diangkat adalah rahim tapi leher rahimnya ditinggal atau disisakan sehingga tidak diangkat semua.

3. Histerektomi Radikal 

Operasi histerektomi ini dilakukan dengan tujuan mengangkat rahim serta bagian lainnya seperti serviks, tuba falopi, indung telur, bagian atas vagina, serta sejumlah jaringan dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Operasi histerektomi jenis ini dilakukan jika terdapat kanker di bagian yang akan diangkat. Khususnya pada rahim ataupun pada mulut rahim. Operasi ini tidak dilakukan pada tumor jinak, hanya pada tumor ganas saja. 

 

Terdapat 2 teknik operasi histerektomi yaitu :

1. Operasi konvensional

Teknik histerektomi ini biasa disebut operasi terbuka, yaitu prosedur yang dilakukan dengan cara membuka dinding perut. Dinding perut dibuka dengan membuat sayatan pada perut untuk mengeluarkan rahim dan bagian lain di sekitarnya.

2. Prosedur MIP (minimal invasive procedure)

Ada dua cara untuk melakukan histerektomi dengan teknik ini, yaitu histerektomi vagina dan histerektomi laparoskopi. 

– Histerektomi Vagina 

Histerektomi vagina adalah teknik pengeluaran rahim melalui vagina. Jadi rahim diangkat dan dikeluarkan melalui vagina.

– Histerektomi Laparoskopi 

Histerektomi laparoskopi adalah teknik pengeluaran rahim dengan bantuan tabung kecil yang dinamakan laparoskop. Laparoskop ini dimasukkan melalui sayatan pada dinding perut.

Prosedur MIP memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan operasi konvensional. Keunggulan prosedur MIP yaitu proses penyembuhan lebih cepat, risiko terkena infeksi lebih kecil, dan rasa sakit lebih sedikit. Namun, prosedur MIP terutama melalui laparoskopi, lebih mahal dan risiko cedera organ lain lebih tinggi seperti cedera saluran kemih.  

 

Ada beberapa resiko atau efek samping yang mungkin muncul pasca operasi ini. Berikut efek samping yang mungkin muncul setelah menjalani operasi histerektomi.

  1. Nyeri berat
  2. Demam
  3. Infeksi
  4. Pembekuan darah yang dapat menyebabkan sumbatan aliran darah
  5. Kerusakan pada organ di sekitar rahim
  6. Perdarahan
  7. Fistula
  8. Perlengketan pada oran di dalam perut dan panggul
  9. Muncul gejala menopause, terutama bagi mereka yang menjalani proses pengangkatan indung telur (ovarium) pada jenis operasi radikal atau total. 

 

Resiko munculnya gangguan nyeri pasca operasi cukup besar. Jika pasien mengalami keluhan ini dan tak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dan periksakan pasien pada dokter.

 

Pemulihan Pasca Operasi

Setelah menjalani operasi terdapat waktu pemulihan yang harus dijalani agar bisa kembali normal. Karena Histerektomi termasuk operasi besar, pemulihannya juga membutuhkan waktu yang relatif lama. Masa pemulihan operasi histerektomi biasanya selama 6-8 minggu. Namun, jangka waktu tersebut bisa berbeda-beda tergantung dengan teknik operasi histerektomi yang dilakukan. Hal ini juga tergantung pada usia dan kondisi pasien secara keseluruhan. Untuk lebih detailnya bisa ditanyakan kepada dokter kapan waktu yang tepat untuk kembali menjalani aktivitas normal. Berikut hal yang harus diperhatikan ketika memasuki masa pemulihan pasca operasi bagi pasien yang telah menjalani operasi histerektomi.

  1. Perbanyak istirahat  
  2. Hindari olahraga berat
  3. Hindari mengangkat beban berat
  4. Jangan menyetir
  5. Hindari berhubungan seks
  6. Lakukan kontrol rutin setelah operasi. 

 

Pemulihan Psikologis Pasca Operasi

Daya tahan psikologis setiap wanita berbeda-beda. Ada yang merasa bahwa dirinya berada dalam kesehatan fisik dan mental yang baik-baik saja. Ada yang merasa kuat, namun mereka tetap mengalami guncangan psikologis akibat prosedur pengangkatan rahim.

Wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan payudara, rahim, atau ovarium mungkin mengalami kehilangan kepercayaan diri, keputusasaan, dan rasa kehilangan yang kuat akibat kehilangan organ yang mencerminkan diri mereka.

Dukungan dari teman dan keluarga sangat diperlukan bagi Anda yang melakukan operasi histerektomi. Jika diperlukan, lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater agar dapat meringankan beban pasca operasi. Ini dapat membantu pemulihan setelah operasi pengangkatan rahim.

Bila Anda mengalami masalah pada sistem reproduksi, segera jalani pengobatan, terutama pada penyakit kanker, agar tidak cepat menyebar ke bagian organ lainnya. Menjalani operasi histerektomi bukanlah hal yang mudah bagi wanita. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter untuk memastikan apakah operasi ini benar-benar diperlukan untuk mengatasi kondisi medis yang Anda alami.

Sekian pembahasan mengenai operasi histerektomi dan pemulihan pasca operasi. Semoga membantu Anda. 

Dr. Johan Faust
Dr. Johan Faust

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipiscing elit dolor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *