Bagaimana proses Penyembuhan dari Penyakit Hepatitis?

February 11, 2023

Hepatitis merupakan salah satu penyakit umum di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Gejala yang sering muncul ini kadang kondisi ini tidak terdeteksi, sering penyakit ini sering terabaikan. Untuk lebih mengetahui mengenai penyakit tersebut simak dibawah ini.

Hepatitis adalah penyakit peradangan atau kelainan pada organ hati sehingga dapat menyebabkan fungsi hati terganggu. Penyakit ini juga tidak boleh diremehkan karena penyakit menular. Alasannya karena penyakit ini dapat memberikan sederet komplikasi yang dapat mengancam nyawa pengidap.

Hepatitis sendiri berdasarkan lama peradangan yang terjadi dapat dibagi menjadi 2 yaitu hepatitis kronis dan hepatitis akut. Hepatitis kronis adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan hati berlangsung selama 6 bulan. Sedangkan hepatitis akut merupakan masalah peradangan pada bagian organ hati atau liver.

 

Penyebab Hepatitis

Penyebab utama yang diketahui adalah terinfeksi virus yaitu virus hepatotropik (virus yang menyerang organ hati) dan virus non-hepatotropik (virus yang menyerang sistemik dan organ hati). Berikut penyebab hepatitis akut antara lain:

1. Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Tidak hanya virus mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan penyakit hepatitis karena pada jaringan hati terjadi kerusakan akibat kecanduan minum alkohol. Kondisi ini disebut dengan hepatitis alkoholik yang ditandai dengan rasa tidak enak badan, mual atau demam ringan.

Apabila terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol peradangan hati dapat berkembang menjadi sirosis. Oleh karena itu bagi pengidap hepatitis harus segera menghentikan kebiasaan tersebut.

2. Terinfeksi Virus Hepatitis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya hepatitis disebabkan karena terinfeksi virus. Penyebab dari virus hepatitis ini dibedakan menjadi 5 virus hepatitis yaitu A, B, C, D dan E. Kelima jenis hepatitis tersebut dapat menyebabkan hepatitis akut.

Untuk hepatitis A dan E dapat sembuh total dalam waktu sekitar 6 bulan. Sementara untuk hepatitis B, C dan E pada umumnya dapat berkembang menjadi hepatitis kronis dan dapat menyebabkan komplikasi.

3. Respon Autoimun

Hepatitis juga dapat terjadi karena sistem tubuh yang menyerang dan merusak sel pada jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini biasanya disebut dengan hepatitis autoimun. Tidak hanya itu hepatitis juga terjadi karena adenovirus tipe 41 dan SAR-CoV-2 penyebab dari Covid-19 yang menjadi penyebab hepatitis akut misterius.

4. Mengonsumsi Obat-obatan

Apabila mengonsumsi obat-obatan tertentu dengan dosis yang berlebihan menyebabkan organ hati akan mengalami peradangan. Contoh obatnya yaitu aspirin, paracetamol, obat-obatan herbal dan obat golongan sulfat.

Meskipun hal ini jarang terjadi akan tetapi akibat mengonsumsi obat-obatan tidak boleh dianggap remeh karena hal ini akan menyebabkan gagal hati.

5. Perlemakan Hati

Perlemakan hati disebut dengan non-alcoholic steatosis hepatitis, karena adanya penumpukan lemak pada organ hati yang menyebabkan berat badan menjadi lebih sehingga dapat menyebabkan peradangan.

Hal tersebut membuat organ hati tidak berfungsi dengan optimal. Pada umumnya kondisi ini tidak bergejala bahkan dapat membaik dengan cara menurunkan berat badan.

 

Proses untuk Penyembuhan

Pada umumnya hepatitis ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa harus ada penanganan khusus. Akan tetapi, untuk kasus hepatitis akut berat perlu untuk menjalani rawat ini di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan pengawasan yang tepat. 

Pengidap hepatitis dianjurkan untuk beristirahat yang cukup dan mencukupi asupan cairan serta nutrisi. Tidak hanya itu kemungkinan dokter juga akan meresepkan obat-obatan sesuai dengan jenis dan penyebab yang dialami pengidap, antara lain:

  • Obat imunosupresan untuk hepatitis akut
  • Obat antivirus untuk hepatitis B dan C
  • Apabila mengalami gejala hepatitis akut (gatal) gunakan obat cholestyramine
BE IN TOUCH

AidsIndonesia

SUBSCRIBE FORM HERE...

Siahkan Mendaftar Untuk Informasi Kesehatan Terupdate