Apa Itu Virus Zika, Penyebab dan Bagaimana Gejalanya

Hadirnya penyakit tentu menjadi hal yang cukup merepotkan bagi semua orang. Namun, penyakit tentu ada penyebabnya, salah satunya yaitu akibat terkena virus. Bicara terkait virus, virus sendiri sangatlah beragam diantaranya yaitu  Adenovirus, virus corona, virus Zika dan masih banyak lagi. 

Dari sekian banyaknya virus, apakah Anda sudah mengetahui apa itu virus Zika? Lalu, bagaimana gejalanya? Berikut ini telah kami sajikan ulasan secara lengkap terkait virus Zika melalui ulasan berikut.

 

Virus Zika

Penyakit Zika merupakan suatu virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus. Dari sekian banyaknya spesies nyamuk, spesies tersebut tidak berbeda dengan nyamuk yang menularkan chikungunya dan demam berdarah. Kedua spesies nyamuk tersebut seringkali berkembang biak pada genangan air baik dalam rumah maupun luar rumah.

Proses penularan dari virus Zika yaitu pada saat nyamuk menghisap atau mengambil darah seseorang yang sudah terinfeksi lalu menularkan virusnya lagi dengan cara menggigitnya pada orang lain. Virus ini juga bisa menular dengan cara transfusi darah maupun berhubungan seksual. Tak hanya itu, virus Zika juga bisa menular mulai dari ibu hamil hingga ke janinnya.

 

Penyebab Munculnya Virus Zika

Ada beberapa penyebab yang sering kali muncul dari virus zika, yaitu:

  • Berjalan-jalan ke wilayah yang seringkali terdapat laporan virus Zika, seperti ke benua Afrika atau Amerika.
  • Melakukan hubungan intim bersama orang yang sudah terkena virus Zika. 
  • Terdapat genangan air pada sekitar rumah.

 

Gejala dari Virus Zika

Sebagian besar kasus seseorang yang terkena virus ini, mereka tidak menyadari bahwa  telah terinfeksi. Sebab, gejala virus ini menyerupai penyakit pada umumnya, sehingga mereka tidak mengetahuinya. Apabila gejala ini muncul, biasanya terjadi selama kurang lebih 3 sampai 14 hari setelah terkena infeksi.

Gejala dari virus Zika dapat ditandai sebagai berikut:

  • Demam

Demam menjadi kasus yang seringkali muncul dari virus Zika. Pada dasarnya demam terjadi ketika reaksi sistem imun berusaha melawan infeksi. Meskipun demikian, demam yang disebabkan virus Zika masih cukup mudah ditangani jika baru awal-awal terinfeksi.

  • Nyeri sendi dan otot

Ketika nyeri sendi dan otot, tentu mereka mengira hanyalah nyeri biasa atau hanya karena selesai beraktifitas. Padahal nyeri sendi dan otot juga bisa dikarenakan seseorang terinfeksi virus ini. Nyeri sendi tersebut biasanya berada di sendi lutut sedangkan nyeri otot biasanya berada di leher.

  • Ruam kulit

Gejala selanjutnya yaitu ruam kulit. Pada dasarnya, tak hanya alergi atau terkena penyakit kulit melainkan ruam kulit juga bisa diakibatkan gigitan nyamuk. Dari gigitan nyamuk itulah, awal mula seseorang terkena virus Zika.

  • Sakit kepala

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa sakit kepala dibagi dua yaitu primer dan juga sekunder. Untuk sakit kepala primer umumnya terjadi karena perilaku sehari-hari yang tidak sewajarnya  seperti telat makan, kurang tidur dan lain sebagainya. 

Sedangkan sakit kepala sekunder umumnya terjadi karena penyakit tertentu seperti terinfeksi irus, keracunan zat kimia dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, sakit kepala juga menjadi salah satu tanda bahwa orang tersebut terkena virus Zika.

  • Mudah lelah

Lelah memang umumnya dapat terjadi setelah melakukan aktivitas lama maupun kurang tidur. Akan tetapi, tidak melulu dikarenakan hal tersebut, melainkan juga bisa terjadi karena gejala tertentu. Dari sekian banyaknya gejala, mudah lelah juga terjadi karena terkena infeksi. Sehingga kondisi tersebut pastinya tidak bisa hilang hanya dengan beristirahat namun harus konsultasi ke dokter.

  • Konjungtivitis

Konjungtivitis atau mata merah juga menjadi salah satu gejala dari virus yang satu ini. Pada dasarnya, gejala ini memang umumnya terjadi karena terkena  infeksi berbagai macam virus salah satunya yaitu virus Zika. 

 

Demikianlah ulasan yang membahas terkait penyakit Zika beserta gejalanya. Sebenarnya untuk mencegah virus yang satu ini cukup mudah yaitu memakai baju yang berlengan panjang, menggunakan obat anti nyamuk, apabila memungkinkan gunakan AC dan yang paling penting adalah membersihkan genangan air. Namun, jika sudah terlanjur terinfeksi, alangkah baiknya memperbanyak waktu istirahat.

Dr. Johan Faust
Dr. Johan Faust

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipiscing elit dolor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Post