Apa Itu Trypophobia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Apa Itu Trypophobia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Mungkin sebagian orang belum terlalu paham mengenai trypophobia. Trypophobia adalah kondisi dimana ada rasa cemas, dan jijik yang berlebihan saat melihat bentuk atau pola lubang-lubang yang diciptakan oleh alam atau bentuk melingkar seperti gelembung. Orang yang mengalami kondisi seperti ini akan merasa tidak nyaman jika melihat permukaan kecil dalam jumlah banyak yang saling berdekatan.

Lubang-lubang yang ada dipermukaan buah stroberi atau bagian kepala biji bunga lotus juga bisa menjadi pemicu timbulnya rasa tidak nyaman pada orang yang mengalami fobia trypophobia. Fobia trypophobia ini belum dikenal secara resmi, dan penelitiannya juga masih terbatas.

Mungkin gambar lubang-lubang juga bisa memicu rasa takut. Beberapa orang mungkin cenderung lebih sensitif terhadap campuran gelap dan terang dalam gambar yang berlubang. Pola seperti lubang ini disebut oleh para peneliti memiliki jenis energi visual yang bisa menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan pada seseorang.

Namun, disisi lain ada juga peneliti yang percaya bahwa trypophobia ini berasal dari kecemasan sosial. Lingkaran atau lubang yang terlihat seperti kumpulan wajah atau mata yang menatap sehingga bisa mengganggu.

Apa penyebab trypophobia?

Apa Itu Trypophobia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Fobia merupakan gangguan kecemasan yang biasanya timbul karena suatu hal atau pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu. Pengalaman ini berkaitan dengan situasi, kondisi, dan objek yang ditakuti tersebut. Tetapi, fobia ini juga bisa ditimbulkan karena merasa bahwa suatu objek itu berbahaya seperti fobia laba-laba dan juga ular. Biasanya, ada perasaan terancam yang menjadi dasar sebuah fobia.

Lalu apa yang menjadi penyebab dari trypophobia, berikut beberapa penyebabnya:

1. Rasa takut yang perlahan bertambah parah

Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 dan termuat dalam jurnal Psychological Science, trypophobia ini bisa terjadi karena rasa takut yang bertambah parah. Rasa takut ini ditimbulkan dari rasa kekhawatiran mengalami penyakit kulit, atau juga terinfeksi dengan penyakit lain yang bisa menyebabkan pola lubang pada tubuh. Jika memang benar didasari oleh rasa takut ini, orang yang mengalami trypophobia cenderung akan menunjukan perasaan geli dan jijik saat melihat pola lubang dibanding perasaan takut. Namun, rasa geli dan jijik yang dirasakan sangat ekstrem hingga bisa membuatnya muntah.

2. Teringat pada hewan berbahaya

Saat melihat suatu benda yang mempunyai pola atau bentuk yang mirip dengan benda lain, terkadang kita cenderung teringat pada benda tersebut. Trypophobia juga bisa terjadi karena pola lubang mengingatkan kamu pada pola kulit hewan seperti ular atau hewan lain yang berbahaya. Oleh sebab itu, ketika melihat objek yang memiliki pola lubang-lubang kecil, otak kamu langsung berpikir bahwa yang ada di hadapan mata seolah-olah adalah binatang yang berbahaya atau mematikan.

3. Ketakutan tertular penyakit

Seorang peneliti bidang psikologi di University of Kent Inggris dan rekan An Trong Dinh Le yang merupakan doktorat psikologi di University of Essex menyatakan bahwa ketakutan tertular penyakit juga bisa menjadi penyebab munculnya trypophobia. Pada penelitian tahun 2017 yang dimuat dalam jurnal Cognition and Emotion, para peneliti melapor bahwa kepanikan dan kecemasan yang intens setelah melihat gelembung busa sabun atau lubang kecil yang ada di spons piring mungkin berkaitan dengan ketakutan akan terinfeksi penyakit menular. Memang, banyak sekali jenis penyakit menular yang dapat menimbulkan gerombolan bentol, bintil, atau beruntusan yang berbentuk bulat acak pada kulit.

Gejala Trypophobia

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari fobia, mungkin kamu ingin belajar mengenai trypophobia, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Stress, cemas, dan rasa takut yang berlebihan saat melihat lubang-lubang kecil.
  • Rasa jijik hingga ingin mual dan muntah saat melihat lubang-lubang kecil berjumlah banyak yang padat.
  • Merinding setiap melihat lubang-lubang kecil dalam jumlah yang banyak.
  • Gatal-gatal di badan saat melihat lubang kecil.
  • Serangan panik saat melihat lubang-lubang kecil.
  • Nafas tidak beraturan dan cenderung lebih cepat saat melihat lubang-lubang kecil.
  • Saat melihat lubang-lubang kecil, tubuh langsung berkeringat dingin dan bergetar.

Jika kamu merasakan beberapa gejala di atas, lebih baik kamu coba untuk melakukan trypophobia test dan konsultasi dengan dokter ahli kesehatan mental yang bisa membantu mengatasi kondisi tersebut.

Cara mengobati trypophobia

Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi trypophobia ini. Bentuk penanganan yang paling efektif untuk dilakukan adalah dengan terapi pemaparan. Terapi pemaparan merupakan jenis psikoterapi yang berfokus pada perubahan respons terhadap objek atau situasi tertentu yang menyebabkan rasa takut yang berlebihan pada seseorang.

Perawatan lain yang umum digunakan untuk fobia, yaitu terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku kognitif ini adalah gabungan dari terapi pemaparan dengan teknik lain untuk membantu pengidap fobia mengelola kecemasan dan menjaga pikirannya supaya tidak berlebihan.

Berikut beberapa pilihan perawatan lain yang bisa membantu kamu untuk mengatasi fobia, diantaranya:

  • Terapi bicara umum dengan psikiater atau konselor.
  • Mengkonsumsi obat-obatan seperti beta-blocker dan penenang untuk mengurangi rasa cemas dan gejala panik.
  • Teknik relaksasi seperti yoga dan pernapasan.
  • Aktivitas fisik dan olahraga untuk mengelola kecemasan.
  • Pernapasan yang penuh dengan perhatian dan pengamatan, mendengarkan, dan juga strategi penuh perhatian lainnya untuk membantu mengatasi stres.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang sudah diuji dengan jenis gangguan kecemasan lainnya tetapi masih sedikit yang diketahui efektif untuk mengatasi trypophobia. Penanganan lain yang bisa dilakukan yaitu:

  • Istirahat yang cukup
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan juga seimbang
  • Menghindari kafein dan zat lainnya yang bisa memperburuk kecemasan
  • Terhubung dengan keluarga, teman atau orang lain yang mengelola masalah yang sama.
  • Menghadapi situasi yang menakutkan sesering mungkin.

Demikian pembahasan mengenai apa itu trypophobia, penyebab, gejala, dan cara mengatasi trypophobia, semoga bermanfaat.

Dr. Johan Faust
Dr. Johan Faust

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipiscing elit dolor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.