Posisi Prone Untuk Atasi Sesak Nafas Saat Covid

Mengenal Posisi Prone Untuk Atasi Sesak Nafas Saat Covid

Melakukan posisi proning pada pasien covid-19 sedang sering di lakukan belakangan ini, kegiatan ini diklaim dapat membantu mengatasi sesak nafas ketika tidak ada tabung oksigen. Teknik ini sebenarnya telah direkomendasikan oleh dunia kedokteran pada awal pandemi covid-19. Namun karena jumlah penderita masih dalam keadaan yang sulit dikendalikan maka proning belum bisa diterapkan.

Posisi Prone Untuk Atasi Sesak Nafas Saat Covid

Posisi Prone Untuk Atasi Sesak Nafas Saat Covid

Bapak dr Agus Dwi Susanto SpP(K), FISR, FAPSR, yang merupakan ketua umum dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia ( PDPI). Menyatakan bahwa posisi proning dapat membantu membuka area disekitar paru-paru sehingga oksigen dapat maksimal.

Ada beberapa posisi proning untuk atasi sesak nafas saat covid yaitu:

1. Posisi proning pertama yang bisa dilakukan yaitu tidur dengan posisi badan tengkurap. Lalu letakan bantal pada bagian leher, area panggul, dan kaki lakukan cara ini selama 30 menit.
2. Posisi kedua yang bisa dilakukan adalah berbaring dengan posisi badan menyamping ke kanan. Lalu letakan bantal pada bagian kepala, pinggang dan diantara kedua kaki, lakukan teknik selama 30 menit.
3. Posisi ketiga, cara selanjutnya adalah dengan cara merebahkan badan dalam posisi setengah duduk. Tumpuk bantal pada bagian belakang badan ini fungsinya untuk bersandar dengan posisi yang miring selama 30 menit.

Teknik proning dilakukan selama 3 jam selama satu hari sebanyak tiga kali atau menurut kemampuan pasien. Bagi pasien dengan penderita ARDS(Acute Respiratory Syndrome) posisi ini bisa dipertahankan lebih dari 12 jam sehari. Dokter tidak menyarankan proning untuk pasien yang memiliki kondisi tertentu seperti tulang punggung tidak stabil, pernah operasi trakea, tulang retak. Banyak faktor yang menjadikan proning position sebagai upaya untuk mengurangi sesak nafas, faktor itu diantaranya:

1. Faktor fisiologi proning position

Pada saat duduk atau berbaring, posisi terberat paru-paru bertumpu pada punggung maka kamu akan kesulitan mendapat udara yang cukup. Berbeda dengan posisi proning atau tengkurap dimana kepala lebih rendah dari pada bahu maka akan membuat beban paru-paru lebih merata sehingga bisa meningkatkan aliran oksigen. Posisi ini juga diyakini menurunkan desakan paru-paru oleh organ intra abdomen sehingga memperbaiki oksigenasi dan membersihkan karbon dioksida.

2. Bukti nyata dari hasil penelitian di berbagai negara

Seorang peneliti dari Perancis Elharrar et al, 2020 mengetes 88 pasien penderita covid dengan gejala ringan – sedang. Dengan melakukan posisi proning dapat meningkatkan oksigenasi pada 40% pasien yang dapat mentoleransi posisi proning lebih dari 3 jam. Dan hasil rerata Pao2 mengalami peningkatan dari 73,6 mmHg menjadi 94,9 mmHg, dimana orang normal memiliki Pao2 75-100 mmHg.

Scarpellini et al, 2020 seorang peneliti yang berasal dari Italia mengatakan, bahwa posisi proning bisa meningkatkan saturasi oksigen sebesar 80%. 13,3% tidak ada perbaikan klinis dan 6,7% mengalami perburukan , namun dari sisi kenyamanan dilaporkan meningkat 86,7% kasus.

Di Indonesia penelitian scoping review dilakukan oleh Nurazizah tahun 2020. Diambil dari Springer link, Science direct dan Google Scholar, dari 10,124 artikel yang memenuhi kelayakan ( eligible ) untuk diteliti ada 10 artikel. 1 artikel tidak menyatakan proning dapat mempengaruhi saturasi oksigen namun 9 artikel lainya menyatakan bahwa proning mempengaruhi saturasi oksigen.

Fungsi dari proning adalah untuk meningkatkan kadar oksigen. Pasien covid-19 bisa mengalami penurunan kadar oksigen yang sangat drastis karena infeksi dari virus pada sel darah merah dalam tubuh. Virus akan mempengaruhi sistem tubuh, khususnya pada pernafasan. Proning bisa meningkatkan pertukaran oksigen pada paru-paru dengan menjaga alveolus tetap terbuka.

Tapi satu hal yang perlu diperhatikan bahwa proning bukanlah pengganti tabung oksigen di rumah sakit. Teknik ini hanya menjadi alternatife ketika darurat dan sulit mendapatkan pasokan oksigen dan kadar oksigen dalam tubuh menurun sampai batas normal. Bantuan alat oksigen tetap dibutuhkan, terutama pada pasien yang sulit proning karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Kondisi saat ini dimana semua persedian oksigen di berbagai rumah sakit dan juga layanan kesehatan mulai berkurang, bahkan debot tabung oksigen yang dikelola perorangan mengalami kekosongan. Ini akibat permintaan konsumen yang cukup tinggi, maka teknik atau posisi proning sangat tepat diterapkan pada kondisi covid seperti ini.

Demikian artikel tentang mengenal posisi prone untuk atasi sesak nafas saat covid, fungsi dan lainnya, semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *