Perbedaan Tindakan HSG dan SIS dalam Ilmu SPOG Kandungan

Bagi Anda para bunda-bunda yang sedang mengandung atau sudah mendekati waktu persalinan, perlu mengetahui apa itu HSG dan SISI. Apakah Anda sudah tahu apa itu HSG dan SISi? Lalu, apa perbedaan antara tindakan HSG dan SIS dalam ilmu SPOG kandungan?

HSG (Histerosalpingografi) dan SIS (Saline Infusion Sonogram) adalah dua proses medis yang sangat umum digunakan oleh para profesional di bidang diagnosis medis. Keduanya merupakan cara non-bedah untuk melihat sistem reproduksi internal wanita, terutama selama kehamilan. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan. Berikut ini perbedaanya. 

Apa itu Histerosalpingografi (HSG)?

HSG (Histerosalpingografi) merupakan metode pemeriksaan patensi tuba falopi dengan cara memasukan zat kontras bersifat radioaktif  untuk menentukan apakah ada sumbatan, polip, atau kelainan lainnya pada saluran tuba falopi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan x-ray. 

Prosesnya dilakukan dari pewarna kontras radioaktif yang disuntikan ke dalam rongga rahim melalui vagina dan leher rahim. Setelah itu, serangkaian gambar dari sinar-X diambil lalu diserahkan untuk dibaca oleh dokter. Hal ini lebih invasif daripada SIS. 

Sinar-X bersifat teratogenik atau berbahaya bagi bayi. Oleh karena itu, penting agar HSG diminum dua hingga lima hari setelah periode menstruasi Anda berakhir. Hal ini untuk memastikan Anda sedang tidak dalam kondisi hamil. 

Apa itu Saline Infusion Sonogram (SIS)? 

Sedangkan tindakan SIS (Saline Infusion Sonogram) adalah metode lain dalam pemeriksaan patensi tuba dengan cara menggunakan air steril (saline). Bukan menggunakan zat kontras seperti pada HSG untuk menilai kondisi uterus, tuda, dan bagian lainnya. Dokter juga bisa menilai sel telur dari reproduksi Anda jika menggunakan pemeriksaan SIS. 

SIS melihat rahim melalui USG yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang bergerak pada kecepatan yang berbeda melalui organ tubuh. Jaringan USG kemudian akan memantulkan kembali untuk merefleksi dan menampilkan gambar. Hal ini biasa pula disebut USG transversal yang merupakan metode paling umum digunakan. Selama prosedur ini dilakukan, rahim dibilas dengan cairan untuk mengevaluasi rongga endometrium atau bagian dalam rahim. 

Bagaimana Perbedaan Tindakan HSG dan SIS?

Kedua tindakan diagnostik ini memiliki perbedaan dalam hal tujuan yang mereka hasilkan. HSG digunakan untuk menemukan kesalahan pada struktur organ reproduksi internal. Terutama rahim dan saluran tuba seperti saluran tuba yang tersumbat atau rahim yang cacat. Karena tindakan ini bersifat teratogenik, jadi Anda harus menandatangani persetujuan yang menyatakan bahwa Anda memahami resiko yang menyertai tindakan ini. 

Dalam hal intervensi pretest, HGS ini lebih kompleks. Dokter mungkin saja akan mengajukan pertanyaan apakah Anda pernah menderita diabetes atau riwayat masalh ginjal lainnya. Kasus-kasus seperti itu dikontraindikasikan untuk keperluan tes. 

Sedangkan untuk tindakan SIS dapat dilakukan karena beberapa alasan. Tindakan ini tidak bersifat teratogenik. Jadi tindakan ini dapat digunakan untuk memverifikasi keberadaan zigot implan yang akan mengkonfirmasi kehamilan. Setelah kehamilan dipastikan, tindakan ini dapat berfungsi sebagai sarana untuk memantau perkembangan zigot. 

Tindakan ini juga dapat menjadi panduan bagi dokter untuk mengeluarkan sel telur yang dapat mereka gunakan untuk teknik reproduksi bantuan, seperti transfer embrio jika diperlukan. Tindakan ini juga dapat menghitung jumlah folikel yang berkembang di ovarium. 

Nah, itulah perbedaan tindakan HSG dan SIS dalam ilmu SPOG kandungan. Silahkan Anda bisa tanyakan kepada dokter yang memeriksa Anda, pemeriksaan mana yang lebih dianjurkan untuk kondisi Anda. Walaupun kedua tindakan ini hampir sama, namun SIS memiliki kelebihan lain dari pada tindakan HSG. Terkadan pada beberapa kasus akan dibutuhkan kedua pemeriksaan sekaligus. Hal ini bergantung pada hasil pemeriksaan kondisi Anda saat itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *