Hingga 2015, Komisi AIDS Kelola Dana Global 56,8 Juta Dollar

Sekretaris KPA Nasional, Kemal Siregar [Beritajakarta.com]

[JAKARTA] Sejak 2009 hingga akhir 2015, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) mengelola anggaran dari Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM) sebesar US$ 56,878,927. Dana ini dimanfaatkan untuk mendukung program penanggulangan AIDS di 33 provinsi dan 141 kabupaten/kota di Indonesia.

Sekretaris KPAN, Kemal Siregar, mengatakan, dana ini juga dimanfaatkan untuk mendukung program penanggulangan AIDS yang dilaksanakan oleh 17 organisasi jaringan populasi kunci di tingkat nasional dan daerah,  utamnya di kalangan populasi gay, waria dan lelaki seks dengan lelaki (GWL).

“Anggaran ini juga untuk pengadaan logistik berupa kondom dan pelumas, pengadaan alat suntik, materi komunikasi edukasi dan informasi bagi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) serta Nadlatul Ulama (NU),” kata Kemal jelang kegiatan evaluasi pengelolaan US$ 56 juta dana hibah GF untuk penanggulangan AIDS di Indonesia, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Rabu (16/12).

Menurut Kemal, dukungan pendanaan untuk penanggulangan AIDS juga dikucurkan GFATM melalui Kementerian Kesehatan, PKBI dan NU dengan total hibah sekitar US$ 136 juta sejak Juli 2010 hingga Juni 2015. 

Pada akhir tahun 2015, GFATM kembali merencanakan untuk melanjutkan dukungan pendanaan penanggulangan AIDS melalui KPAN sebesar US$ 19,185,833 dengan periode komitmen hingga tahun 2017.

“Dana ini akan dimanfaatkan untuk meneruskan upaya-upaya yang telah dilakukan, sejalan dengan strategi dan rencana aksi nasional penanggulangan AIDS 2015-2019,” kata Kemal.

Sebagaimana diketahui, program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia dengan dukungan dana dari Global Fund telah berjalan selama 5 tahun. Pendanaan ini dimulai pada Juli 2009 di 12 provinsi dengan dukungan dana GF rounde 8 oleh penerima dana hibah (principle recipient/PR) KPAN, Kemkes dan PKBI.

Kemudian pada Juli 2010 dukungan dana diperluas ke 21 provinsi lain dengan dukungan dana GF rounde 9 oleh PR-KPAN, Kemkes, PKBI dan NU. Khusus untuk PR-KPAN dan Kemkes,  penanggulangan HIV/AIDS di 33 provinsi sejak Juli 2010 diintegrasi menjadi dukungan dana GF single stream of funding (SSF).

Menurut Kemal, dengan berakhirnya fase extension, yaitu Juli-Desember 2015, dan memasuki fase model pendanaan baru (new funding model/NFM) 2016-2017, maka perlu dilakukan evaluasi fase ekstension dan perencanaan NFM.

Pertemuan evaluasi di Hotel Ibis juga akan dihadiri Kemko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Kementerian Keuangan/ Pertemuan ini, kata Kemal, diharapkan dapat memetakan permasalahan atau hambatan yang masih dihadapi dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Sebab, tantangan ke depan pasti akan lebih besar dan memerlukan koordinasi lintas.[D-13/L-8]

 

sumber : http://sp.beritasatu.com/nasional/hingga-2015-komisi-aids-kelola-dana-global-568-juta-dollar/104454