SIARAN PERS - KPA Nasional Evaluasi Pengelolaan Dana Hibah Global Fund


SIARAN PERS

 

Under Embargo until 17 Desember 2015

 

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Evaluasi Pengelolaan US$ 56 juta

Dana Hibah Global Fund Untuk Penanggulangan AIDS di Indonesia

 
 Jakarta, 16 Desember 2015 Program penanggulangan AIDS di Indonesia dengan dukungan  Global  Fund  for  AIDS,  Tuberculosis  and  Malaria  (GFATM)  telah  berjalan selama 6 tahun, dimulai pada bulan Juli 2009. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional merupakan salah satu lembaga penerima utama (principle recipient-PR) dana hibah GFATM, bersama Kementerian Kesehatan, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Nahdlatul Ulama (NU).

 

Sejak tahun 2009 hingga akhir tahun 2015, KPA Nasional mengelola dana GFATM sebesar US$ 56,878,927. Dana ini dimanfaatkan untuk mendukung program penanggulangan AIDS di 33 provinsi dan 141 kabupaten/kota. Dana ini juga dimanfaatkan  untuk  mendukung  program  penanggulangan  AIDS  yang  dilaksanakan oleh 17 organisasi jaringan populasi kunci di tingkat nasional dan daerah, terutama di kalangan populasi gay, waria dan lelaki seks dengan lelaki (GWL), serta dukungan logistik berupa pengadaan kondom dan pelumas, pengadaan alat suntik, dan materi komunikasi edukasi dan informasi bagi PKBI dan NU. Dukungan pendanaan untuk penanggulangan AIDS juga dikucurkan GFATM melalui Kementerian Kesehatan, PKBI dan NU dengan total hibah sekitar US$ 136 juta sejak Juli 2010 hingga Juni 2015.

 

Pada akhir tahun 2015, GFATM kembali merencanakan untuk melanjutkan dukungan pendanaan penanggulangan AIDS melalui KPA Nasional sebesar US$ 19,185,833 dengan periode komitmen hingga tahun 2017. Dana ini akan dimanfaatkan untuk meneruskan upaya-upaya yang telah dilakukan, sejalan dengan Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan AIDS 2015-2019.

 

Menurunnya dukungan pendanaan GFATM untuk HIV dan AIDS di Indonesia dikarenakan Indonesia sudah masuk ke dalam kategori  Low Middle Income Country, dimana pemerintah Indonesia dianggap sudah cukup mampu membiayai program penanggulangan AIDS secara mandiri. Dalam 4 tahun mendatang, pemerintah Indonesia dituntut untuk mampu membiayai sekurangnya 80% dari seluruh kebutuhan penyelenggaraan program penanggulangan AIDS secara nasional.

 

Berdasarkan penilaian dana penanggulangan AIDS (National AIDS Spending Assessment

NASA), total kebutuhan biaya untuk penanggulangan AIDS di Indonesia pada tahun

2014  sebesar  US$  104,714,000.  Kebutuhan  ini  terus  meningkat  dimana  pada  tahun

2019, diperkirakan naik menjadi US$ 184,706,000.


 

KPA Nasional telah mendorong pemerintah, -baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk menganggarkan dana penanggulangan AIDS melalui APBN dan APBD. Hasil yang memuaskan terlihat dengan adanya peningkatan persentase penganggaran, dari 42,4% pada tahun 2012, menjadi 56, 64% pada tahun 2014. Namun, angka ini dinilai ini belum cukup. Diperkirakan, pada tahun 2019, masih terdapat kekurangan biaya sebesar US$

109, 120,000.

 

Untuk dapat menutup seluruh biaya kebutuhan dan mengantisipasi berkurangnya dana dukungan luar negeri, KPA Nasional akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong partisipasi pemerintah nasional dan pemerintah daerah serta sektor swasta untuk terlibat secara aktif dalam upaya penanggulangan AIDS di Indonesia, terutama dengan meningkatkan efisiensi biaya, mengintegrasikan layanan HIV ke layanan kesehatan primer, melakukan pendekatan baru pendanaan lokal, serta mendorong terbentuknya kemitraan strategis antara sektor swasta dan komunitas.

 

Dalam rangka meninjau ulang penggunaan dana GFATM yang telah dikucurkan selama

6 tahun terakhir, KPA Nasional akan menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi Nasional Program  Penanggulangan HIV dan  AIDS  dan Penyusunan Rencana Kerja 2016-2017 pada tanggal 16-19 Desember 2015 di Hotel Ibis Cawang Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian dan realisasi penggunaan dana hingga tahun 2014, serta inventarisasi permasalahan untuk meningkatkan kinerja pada fase yang akan datang, serta konsolidasi rencana kerja periode tahun 2015-2017.

 

Akan hadir pada pertemuan ini, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Rachmat Sentika,  Direktur  Evaluasi  Akuntansi  dan  Settlement  Kementerian  Keuangan Widjanarko, Direktur Pelaksanaan dan Anggaran Kementerian Keuangan Bilmar Parhusip, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro, dan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Kemal Siregar.

 

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris KPA Nasional Kemal Siregar menyampaikan bahwa untuk periode tahun 2015 hingga 2017, fokus utama penanggulangan AIDS adalah memastikan keterlibatan aktif komunitas Odha dan populasi kunci mulai dari perencanaan   hingga   monitoring   dan   supervise   program,   serta   memprioritaskan program di daerah geografi dengan tingkat risiko penularan HIV yang tinggi,

 

Terkait keterlibatan komunitas Odha, Kemal Siregar mengatakanKPA Nasional akan memastikan  keterlibatan  aktif  dan  bermakna  dari  ODHA,  populasi  kunci,  kelompok yang mewakili ODHA dan populasi kunci, serta masyarakat sipil lainnya dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di semua tingkatan hingga tingkat kecamatan dan desa.


 

“Selain itu, KPA Nasional juga terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan program pencegahan komprehensif dan pengobatan yang berkesinambungan lanjut Kemal.

 

***

 

Komisi  Penanggulangan  AIDS  adalah  lembaga  negara  berdasar  Peraturan  Presiden    No

75/2006 dengan mandat penuh untuk melaksanakan penanggulangan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi.

 

HIV atau Human Immunodeficiency Virus mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. AIDS  atau  Acquired  Immune  Deficiency  Syndrome  adalah  sekumpulan  gejala  penyakit  yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh akibat infeksi HIV. Hindari infeksi HIV dengan melakukan Abstinence Tidak berhubungan seks (Selibat), Be Faithful - Selalu setia pada pasangan, Condom - Gunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko.

 

Global Fund (The Global Fund) bermarkas di Swiss, Geneva, merupakan organisasi sosial yang menghimpun dana dari berbagai kalangan donatur baik dari perorangan, pengusaha sukses ataupun   perusahaan   khususnya   perusahaan-perusahaan   besar   di   luar   negeri   seperti (perusahaan Microsoft-Bill Gates, property, tambang), dana yang dihimpun dengan tujuan memberantas 3-penyakit yang menular, sesuai data dari WHO yaitu TB, Malaria dan AIDS. Dana dari berbagai kalangan tersebut dikelola di bawah lembaga bernama The Global Fund dan penyaluran dananya ke berbagai negara terutama negara yang dianggap masih tinggi prevalensi penyebaran penyakitnya dan negara yang miskin, sedang berkembang yang belum banyak pendanaannya untuk membasmi ke-tiga penyakit tersebut di atas.

 

***

 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi :

 

Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional

Menara Topas Lt 9 Jl MH Thamrin Kav 9 Jakarta 10350

Telp (021) 3901758; Fax (021) 3902665, www.aidsindonesia.or.id

 

Indira Susatio

Koordinator PIAN & Komunikasi indira.susatio@aidsindonesia.or.id

 

Download Siaran Pers: SIARAN PERS - KPA Nasional Evaluasi Pengelolaan Dana Hibah Global Fund

 


BERITA LAINNYA