Sumber Daya Finansial

Untuk menyelenggarakan strategi dan rencana aksi tahun 2010 – 2014 dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Dana tersebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat (APBN), anggaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota (APBD) dan bantuan dari pihak swasta, masyarakat dan mitra internasional. Semua sumber pendanaan dapat berupa dana tunai maupun kontribusi non tunai, misalnya dari masyarakat dapat berbentuk kontribusi tenaga maupun fasilitas masyarakat. Dari pihak swasta kontribusi dapat berupa program-program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan nasional maupun multi nasional.

 

Perhitungan kebutuhan pendanaan untuk implementasi rencana aksi tahun 2010-2014 dilakukan dengan menggunakan Resources Need Module (RNM). Komponen perhitungan meliputi area pencegahan, perawatan dan pengobatan, mitigasi dampak dan lingkungan yang kondusif. Setiap area tersebut dihitung berdasarkan target yang ditetapkan, dengan menggunakan satuan biaya yang sudah disepakati secara nasional untuk area pencegahan dan pengobatan. Satuan biaya untuk mitigasi dampak menggunakan rekomendasi dari Kemsos. Perhitungan untuk lingkungan kondusif, manajemen, monev dan penelitian menggunakan asumsi 8-13% dari kebutuhan keseluruhan program. Kebutuhan perhitungan dana disesuaikan dengan situasi epidemi dan area prioritas. Kebutuhan biaya ditetapkan untuk peluasan program sehingga dapat mengatasi epidemi.

Analisis Pendanaan

Kebutuhan dana untuk program penanggulangan HIV dan AIDS setiap tahunnya menga lami peningkatan. Hal ini disebabkan karena, meningkatnya jumlah populasi sasaran yang harus dijangkau program serta perubahan perilaku yang diinginkan. Ketersediaan dana penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia selama ini bersumber dari domestik dan donor, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral. Pendanaan yang bersumber dari lokal yaitu pemerintah pusat, provinsi maupun kabu paten dan kota cendrung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun jumlahnya belum sebanding dengan peningkatan kebutuhan sehingga tetap terjadi kesenjangan yang membutuhkan bantuan dari mitra internasional. Proporsi bantuan mitra internasional pada tahun 2006 berjumlah 70% dari pengeluaran dana, dan pada tahun 2008 telah berkurang mendekati 50%. Bila dibandingkan antara ketersediaan dan kebutuhan dana, untuk implementasi rencana aksi tahun 2010-2014, maka nampaknya masih ada kesenjangan dana yang cukup besar.

 

Mobilisasi Sumber Daya Finansial

Mobilisasi Sumber Daya Finansial dikoordinasikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Dana yang berasal dari sektor pemerintah dan bantuan mitra internasional digunakan untuk mendanai penyelenggaraan upaya penanggulangan mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Mobilisasi dana dari sektor pemerintah mengikuti mekanisme penggunaan anggaran pemerintah. Sedangkan mobilisasi dana dari mitra internasional baik bilateral maupun multilateral, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional menyiapkan proposal untuk pengajuan bantuan kepada mitra internasional multilateral. Penentuan program yang akan didanai oleh mitra internasional bilateral disepakati kedua belah pihak dalam pertemuan konsultatif dan tetap mengacu pada dokumen ini. Bantuan finansial lainnya dihimpun dalam satu sistem manajemen keuangan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional yaitu Dana Kemitraan AIDS Indonesia (DKAI). Penggunaan dana yang dihimpun ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dan pengelolaannya dilakukan oleh Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional atau lembaga lain yang ditunjuk.  Di tingkat daerah, dana yang diperoleh dari masyarakat sipil seperti dari pihak swasta sebagai perwujudan CSR dihimpun oleh KPA di daerah bersangkutan dan digunakan untuk penyelenggaraan program yang tertuang dalam rencana aksi daerah.

BERITA KPA NASIONAL