AIDS INNOVATION AWARDS 2015

Penghargaan untuk Program Penanggulangan AIDS
yang Efektif dan Inovatif di Indonesia
 
Memasuki tahun 2015 yang merupakan tenggat waktu untuk Millenium Development Goals (MDGs), dunia masih dihadapkan dengan kenyataan bahwa kebanyakan negara-negara belum dapat mencapai target dalam menurunkan angka penyebaran infeksi HIV  dan AIDS. Upaya- upaya yang diarahkan untuk mempercepat pencapaian target-target MDGs khususnya dalam menurunkan angka sebaran HIV dan AIDS merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar. Laporan MDGs tahun 2013 oleh Bappenas menunjukkan bahwa Indonesia masih belum mencapai target sehubungan dengan menurunkan infeksi HIV dan AIDS, meskipun telah ada peningkatan usaha yang dilakukan. 

Praktik-praktik cerdas yang sudah dilaksanakan baik di level nasional maupun di daerah  perlu diangkat untuk menunjukkan dampak positif  yang sudah dilakukan di masyarakat luas dan menginspirasi perubahan sosial disetiap bangsa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) akan memberikan penghargaan AIDS Innovation Awards untuk program penanggulangan AIDS yang efektif dan inovatif yang dilakukan oleh pemerintah, lembaga non-pemerintah dan sektor swasta mulai dari tingkat nasional hingga ke tingkat kabupaten/kota di Indonesia. Pemberian penghargan ini dilakukan dengan dukungan dan kerjasama UNAIDS dan CISDI.

Penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi berbagai bentuk kerja-kerja inovasi maupun capaian signifikan yang dilakukan oleh berbagai pihak di daerah sehingga menjadi khasanah pembelajaran bagi perbaikan upaya penanggulangan AIDS kedepan.
 
Terdapat 5 kategori AIDS Innovation Award yang akan diberikan, yakni:
  1. Kepemimpinan Daerah dalam mendorong pelibatan, sinergi dan koordinasi lintas sektor serta meningkatkan penganggaran Penanggulangan AIDS di daerah; termasuk pada sektor swasta (public-private-media-community partnership) (UNTUK KPA Prov / Kab / Kota);
  2. Program Pencegahan AIDS berbasis komunitas untuk PMTS (Pencegahan Melalui Transmisi Seksual) dan HR (Harm Reduction) (UNTUK LSM, Pokja PMTS / HR dan Komunitas);
  3. Program Perluasan Tes HIV dan Pengobatan ARV (SUfA, termasuk PPIA/PMTCT) oleh sektor / unit layanan kesehatan berbasis LKB (UNTUK Puskesmas / Rumah Sakit / Dinkes);
  4. Penguatan Masyarakat untuk penanggulangan AIDS dengan peran bermakna dari masyarakat (warga) (UNTUK WPA / PIKM / Desa SIAGA);
  5. Upaya menciptakan lingkungan kebijakan dan hukum yang kondusif bagi penanggulangan AIDS (UNTUK semua).
Dua belas Nominasi AIDS Award (dua untuk kategori 1,3,4,5 dan empat untuk kategori 2) akan diumumkan pada Pertemuan Nasional AIDS V yang akan berlangsung dari tanggal 25 – 29 October 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan. Dua belas nominasi AIDS Award ini akan menerima beasiswa untuk kehadiran mengikuti Pernas AIDS V dan mendapatkan penghargaan ini pada acara tersebut.
 
Penerimaan aplikasi AIDS Award akan dibuka mulai tanggal 9 Juli hingga 31 Agustus 2015. Aplikasi AIDS Award terbuka untuk organisasi dan unsur-unsur dibawah ini sesuai kategori tersebut diatas:
  • KPA Provinsi/Kabupaten/Kota mewakili pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota setempat;
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) / Community Based Organizations (CBOs) yang mengerjakan PMTS di hotspot (baik lokalisasi maupun bar-café) atau mengerjakan program Harm Reduction (HR), Pokja / organisasi maupun gerakan berbasis hotspot PMTS atau HR;
  • Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Swata dan klinik berbasis CBOs/FBOs dan masyarakat yang melaksanakan LKB-SUFA; Dinkes dapat mengajukan aplikasi jika progress pelaksanaan LKB SUFA sangat kuat (relative lebih) karena peran Dinkes setempat;
  • Warga Peduli AIDS (WPA) / Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) / Desa SIAGA AIDS /  atau sejenisnya;
  • Universitas, Perusahaan / Dunia Usaha (termasuk perusahaan BUMN, swasta murni, club tempat hiburan malam, dll), CBOs, serikat buruh atau pekerja maupun semua komponen tersebut pada point diatas sebelumnya.
Aplikasi dapat dilakukan melalui website http://aidsindonesia.or.id/awards atau men-download form aplikasi dan dikirim ke email panitia.
 
Penjurian: Seleksi dan penetapan pemenang AIDS Innovation Award ini akan dilaksanakan oleh Dewan Juri Nasional, yang terdiri atas para pakar yang dikenal secara nasional dan memiliki kompetensi di bidang mereka masing-masing., dengan melibatkan KPAN & Kemkes.
 
Dokumen Aplikasi
Seluruh pihak yang berminat untuk mendapatkan penghargaan (award) ini diwajibkan mengirimkan dokumen yang berisi seluruh narasi dan dokumentasi terkait kinerja terukur yang dicapai maupun inovasi (upaya khusus) yang dilakukan dalam mencapai kinerja tersebut dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan Juni 2015. Secara umum dokumen akan memuat unsur-unsur sebagai berikut (dapat dikembangkan sesuai kebutuhan untuk menjelaskan lebih lengkap dan jelas).
  • Latar belakang situasi epidemi di Provinsi, Kab/Kota, Hotspot, Komunitas, Lingkungan Perusahaan, Tempat Kerja, dll (situasi epidemi berupa data kuantitatif resmi prevalensi HIV, IMS dan ulasan kualitatif terkait perilaku, factor resiko penularan, kendala pencegahan dam pengobatan, dll); serta situasi kebijakan, anggaran dan peran lintas sector-dunia usaha, dll
  • Narasi tentang program-program / daftar kegiatan-kegiatan / inovasi-terobosan-inisiatif yang dilaksanakan serta kinerja yang berhasil dicapai (baik capaian kuantitatif maupun kualitatif, termasuk misalnya kemajuan dalam cascade layanan dari pencegahan hingga pengobatan) yang dapat diverifikasi lebih lanjut (melalui foto, dokumen formal, laporan resmi, hasil penelitian terakhir oleh SKPD, Universitas, Lembaga terkait lainnya).
  • Dokumen kebijakan formal (baik dari pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota termasuk sampai dengan pemerintah desa, organisasi KAP/CBOs/FBOs setempat, perusahaan termasuk PKB / Perjanjian Kerja Bersama atau dokumen sejenis) maupun dokumen hasil penelitian yang memiliki dampak kongkrit terhadap lingkungan kondusif, anggaran, kebijakan, dll.
  • Dokumen formal (RKA/DPA/DIPA) anggaran pemerintah Prov/Kab/Kota (di SKPD, KPA, termasuk alokasi APBD untuk LSM) maupun anggaran di perusahaan, komunitas. Pokja hotspot, dll   yang mengalami peningkatan (jumlah/kualitas) dari waktu ke waktu.
  • Dokumen foto-foto kegiatan, dll yang mendukung penjelasan / narasi program yang dilakukan.
  • Dokumen lainnya yang belum disebutkan disini dan diperlukan untuk meyakinkan dan memperjelas dokumen aplikasi yang disampaikan kepada Panitia. Tidak ada batasan halaman untuk hardcopy dokumen aplikasi ini.
  • Dokumen disusun secara lengkap dan sistematis (ada daftar isi dan daftar lampiran sesuai kebutuhan) sehingga mudah untuk dinilai dan menjawab indicator-indikator penilaian yang ditentukan. Dokumen dapat di upload pada form pendaftaran yang disediakan (berikut scan dokumen bukti terkait); jika softcopy dokumen (dalam pdf atau ms.word) melampaui besar kuota yang kami tetapkan maka hardcopy dapat dikirimkan kepada Nopi Susanti (KPA Nasional)
Untuk informasi lebih lanjut dan pengiriman dokumen aplikasi maka dapat menghubungi:
 
Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
Wisma Sirca 2nd Fl, Jl Johar No.18 Jakarta Pusat, 10340
Telp +62 21 3905918, Fax. +62 21 3905919
Email: nopi.susanti@aidsindonesia.or.id
 
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI)
Jl. Teuku Umar no. 10 Jakarta Pusat, 10350
Telp +622131901268, Fax +622131900502
Email: gatot.suarman@cisdi.org